Produksi Beras Kabupaten Bekasi Menurun

Selasa, 21/12/2010 – 16:04

BEKASI, (PRLM).-Produksi beras di Kabupaten Bekasi sepanjang tahun 2010 mengalami penurunan sebesar 2 persen. Meski demikian, penurunan ini belum berpengaruh besar terhadap cadangan beras Kabupetan Bekasi serta distribusi beras ke sejumlah wilayah.

Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan (DPPK) Kabupaten Bekasi, Sobni Khaidun, Selasa (21/12) mengatakan sampai saat ini penurunan produksi beras itu hanya berpengaruh terhadap kenaikan harga beras beberapa waktu lalu. “Itupun tidak begitu signifikan,” tutur Sobni.

Lebih lanjut Sobni mengatakan jika penurunan produksi beras tidak hanya terjadi di Kabupaten Bekasi, melainkan hampir di seluruh wilayah di Jawa Barat. Penyebabnya bermacam-macam, tetapi Sobni menyebutkan serangan hama tikus, wereng, serta bencana banjir menjadi penyebab utama kegagalan panen di wilayah Kabupetan Bekasi. “Hampir seluruh lahan persawahan mengalami gagal panen karena terserang hama tikus, wereng dan sebagian terendam banjir,” katanya.

Terkait masalah ini, Sobni mengimbau kepada para petani agar mematuhi imbauan DPPK Kabupaten Bekasi tentang sistem tanam dan pemeliharaan tanaman padi.

Dikatakan Sobni, para petani harus mulai melakukan penyeragaman masa tanam untuk mengurangi serangan hama tikus dan wereng. Dia menilai selama ini petani belum seragam dalam melakukan masa tanam sehingga ada daerah yang sudah mau panen, tetapi ada pula daerah yang baru mulai tanam.

Selain itu, dia juga menghimbau agar para petani mengurangi pembakaran jerami setelah masa tanam. Sebab, jerami yang dibakar petani itu, kata Sobni, sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk pupuk organik yang dapat menyuburkan tanah dan mengurangi biaya penggunaan pupuk non organik sampai 30 persen. “Jerami jangan dibakar, tapi diolah menjadi pupuk guna menyuburkan tanah,” kata Sobni.

Kenyataan di lapangan sendiri terlihat, sebagian besar jerami sisa hasil panen itu malah dibakar di areal persawahan. DPPK, kata Sobni, saat ini sudah melakukan uji coba penggunaan pupuk organik dari jerami di 12.814 hektar lahan pertanian di Kabupaten Bekasi. Cara ini ternyata berhasil meningkatkan kesuburan tanah dan mendongkrak hasil panen, serta yang terpenting adalah daya tahan tanaman terhadap serangan hama menjadi lebih baik.

“Kami akan segera mensosialisasikan cara pembuatan pupuk organik dari jerami kepada seluruh petani di Kabupaten Bekasi. Mudah-mudahan tahun 2011 mendatang hasil panen akan lebih baik dari tahun 2010,” tambahnya.

Petani sendiri mengakui jika hasil panen tahun ini tidak begitu menggembirakan. Salah seorang petani di daerah Babelan, Namin (50) mengatakan sebagian disebabkan oleh kurangnya pasokan irigasi. Akibatnya petani di sebagian wilayah Babelan terpaksa menggunakan air yang diduga bercampur limbah untuk mengairi lahan persawahan mereka. “Seharusnya pemerintah juga memerhatikan pasokan air irigasi, selain menjamin ketersediaan pupuk dengan harga terjangkau. (A-155/kur)***

Nama : Febryana Pintakasari
Kelas : 1EB17
NPM :22212879
Artikel : 8
Sumber :http://www.pikiran-rakyat.com/node/130307

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s